Waspadai Demam Berdarah

Waspadailah Demam Berdarah!!!

Waspadailah Demam Berdarah!!!

Tanda-tanda demam berdarah kerap disalahpahami dengan tanda-tanda penyakit yang lain yang alami demam. Karena, ada banyak tanda-tandanya yang sama dengan beberapa penyakit lain, seperti flu atau infeksi bakteri atau virus. Jika tidak mendapatkan penyembuhan selekasnya, demam berdarah bisa berimbas fatal. Berikut adalah tanda-tanda demam berdarah yang jangan dilalaikan oleh pasien.

Apakah itu demam berdarah?

Demam berdarah dengue atau DBD ialah penyakit menular yang disebabkan karena virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah DBD dahulu disebutkan penyakit “break-bone” karena terkadang mengakibatkan ngilu persendian dan otot di mana tulang berasa retak.

Penyakit demam berdarah yang ringan bisa mengakibatkan demam tinggi, ruam, dan ngilu otot dan persendian. Dan penyakit demam berdarah yang kronis, atau dikenal juga sebagai dengue hemorrhagic fever, bisa mengakibatkan pendarahan serius, pengurangan tekanan darah yang mendadak mencolok serta dapat berbuntut kematian.

Ada empat serotipe virus dengue (DENV) yakni DENV-1, -2, -3, dan -4, dan infeksi dari virus itu mengakibatkan beragam tanda-tanda seperti demam, pusing, ngilu pada bola mata, otot, persendian, dan ruam. Orang yang terkena virus dengue kerap kali alami kecapekan periode panjang. Virus dengue dapat mengalami perkembangan jadi hal yang bisa mengancam jiwa (severe dengue), menyebabkan ngilu perut dan muntah, susah bernapas, dan pengurangan trombosit darah yang dapat menyebabkan pendarahan intern.
Penyakit demam berdarah biasa diketemukan pada wilayah tropis dan sub-tropis, khususnya di tempat urban dan semi-urban. Sampai sekarang ini tidak ada perlakuan yang detil untuk demam berdarah. Tetapi, vaksin demam berdarah sudah diperkembangkan oleh WHO di bulan April 2016. Vaksin itu berperan untuk menahan berlangsungnya fase kedua demam berdarah.

Tanda-tanda Demam Berdarah

Dikutip dari Situs MD, tanda-tanda demam berdarah diawali sekitaran empat sampai sepuluh hari sesudah pasien mendapatkan gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Di anak-anak yang awalnya tak pernah terkena, tanda-tanda demam berdarah yang dirasakan condong lebih kronis dibandingkan dengan orang dewasa.
Karena itu, pasien dan keluarga perlu ketahui perbedaan tanda-tanda demam berdarah yang ada dengan tanda-tanda penyakit lain sehingga tak mengabaikannya. Berikut sejumlah tanda-tanda demam berdarah yang seharusnya jangan diacuhkan oleh pasien.

👉TRENDING :  Sinopsis Hi Bye, Mama!, Drama korea Kim Mi Soo dan Kim Tae Hae yang Buat Nangis

1. Demam tinggi tiba-tiba

Demam kemungkinan umum terjadi pada banyak penyakit. Tetapi pada tanda-tanda demam berdarah, demam terjadi secara tiba-tiba dan beberapa orang yang tidak paham ketidaksamaan demam biasa dengan demam yang disebabkan karena DBD.
Ketidaksamaan yang kontras di antara tanda-tanda demam berdarah dengan tanda-tanda demam yang lain ialah demam DBD dapat capai 40 Celcius. Demam yang terjadi karena flu dan infeksi dari bakteri atau virus umumnya dibarengi dengan tanda-tanda batuk atau bersin dan tanda-tanda demam pada DBD tidak begitu. Demam pada DBD dapat terjadi sepanjang dua sampai tujuh hari.

2. Ngilu pada otot

Sesudah tanda-tanda demam berdarah seperti demam terjadi, pasien akan rasakan ngilu di bagian otot dan persendian. Tanda-tanda demam berdarah ini dibarengi dengan badan menggigil dan berkeringat.

3. Sakit di kepala kronis dan sakit di bagian belakang mata

Beberapa saat sesudah alami demam, tanda-tanda seterusnya yang hendak ada ialah sakit di kepala kronis. Umumnya merasa sakit terjadi disekitaran dahi. Sakit di kepala kronis dibarengi dengan sakit di bagian belakang mata. Ini sebagai tanda-tanda umum yang umum terjadi.

4. Mual dan Muntah

Pada sebagian orang, permasalahan pencernaan bisa juga terjadi, seperti muntah dan mual. Disamping itu, sisi perut atau punggung berasa tidak nyaman. Tanda-tanda ini dapat terjadi sepanjang dua sampai empat hari.

5. Kecapekan

Demam dibarengi ngilu otot dan permasalahan pencernaan yang terjadi pada pasien DBD bisa turunkan selera makan. Pasti ini mengakibatkan badan jadi kecapekan karena minimnya konsumsi makanan dan mekanisme imun badan yang menurun.

Ketahui 3 fase sakit demam berdarah

fase dbd

Sesudah Anda alami tanda-tanda demam berdarah sama seperti yang sudah diterangkan di atas, penyakit demam berdarah yang Anda rasakan akan melalui 3 fase berikut:

1. Fase Demam
Tanda-tanda yang paling ciri khas saat terserang demam berdarah ialah demam tinggi. Karena itu babak awalnya demam berdarah disebutkan dengan babak demam. Pada babak ini, pasien akan alami demam secara mendadak sampai capai 40 derajat celcius sepanjang 2 sampai 7 hari.

Timbulnya demam tinggi pada kasus demam berdarah kerap kali dibarengi dengan muka kemerahan, kulit memeras, ngilu semua badan, ngilu otot, dan sakit di kepala. Tetapi, jika demam berjalan lebih dari 10 hari, karena itu peluang demam itu bukan tanda-tanda demam berdarah.

👉TRENDING :  Hyomin T-ARA Pacaran dengan Pesepakbola, Terciduk Dispatch di Depan Hotel

Pada beberapa kasus yang lain diketemukan tanda-tanda berbentuk ngilu dan infeksi kerongkongan, sakit disekitaran bola mata, anoreksia, muntah dan mual. Beberapa gejala berikut yang mengakibatkan pengurangan jumlah sel darah putih dan trombosit yang arahkan dokter pada analisis demam berdarah.

Beberapa gejala demam berdarah yang dirasa membuat pasien jadi susah untuk jalani kegiatan setiap hari, misalkan jadi tidak sanggup untuk ke sekolah, lakukan tugas kantor, dan rutinitas yang lain.

Untuk menahan hal negatif yang lain, pasien demam berdarah disarankan untuk perbanyak minum air putih untuk menolong turunkan temperatur badan dan menahan berlangsungnya dehidrasi. Pasien harus juga terus diawasi karena ini rawan untuk masuk babak krisis.

2. Fase krisis
Sesudah melalui babak demam, pasien demam berdarah akan alami babak krisis. Nach, babak ini umumnya jadi ‘pengecoh’ karena pasien berasa pulih dan bisa beraktivitas kembali. Masalahnya babak krisis ini diikuti dengan pengurangan temperatur badan sampai 37 derajat celcius ke temperatur normal.

Walau sebenarnya, jika babak ini terlewatkan dan tidak selekasnya memperoleh penyembuhan, trombosit pasien terus akan turun secara mencolok dan bisa menyebabkan pendarahan yang kerap tidak diakui. Oleh karenanya, pasien harus cepat diatasi oleh team klinis karena babak krisis ini berjalan tidak lebih dari 24-38 jam.

Selama saat peralihan dari babak demam ke babak krisis, pasien masuk resiko paling tinggi untuk alami kebocoran pembuluh darah. Tanda-tanda awal kebocoran pembuluh darah itu bisa disaksikan saat pasien demam berdarah alami muntah secara terus-terusan, mimisan, pembesaran organ hati, atau ngilu perut yang tidak tertahan.

3. Fase pengobatan
Jika pasien demam berdarah sukses melalui babak kritisnya, pasien demam berdarah akan balik rasakan demam. Tetapi, ini tak perlu terlampau dicemaskan. Masalahnya keadaan ini sebagai babak pengobatan di mana trombosit akan perlahan-lahan naik dan kembali normal. Pasien akan alami pengembalian cairan badan secara perlahan-lahan pada 48-72 jam sesudahnya.

Mulai masuk fase pengobatan, kesehatan pasien demam berdarah akan perlahan-lahan lebih baik yang diikuti dengan kenaikan selera makan, pengurangan tanda-tanda ngilu perut, dan peranan diuretik yang lebih baik. Jumlah sel darah putih pasien akan balik normal yang selanjutnya dituruti dengan rekondisi jumlah trombosit.

👉TRENDING :  5 Foto Masa lalu Almarhum Kim Mi Soo di Sinetron Korea, dari Hi Bye Mama sampai Snowdrop

Bagaimana menceggah terjadinya demam berdarah?

1. Membersihkan bak mandi anda satu minggu sekali
Air sebagai tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk betina bertelur pada dinding bak yang berisi air, larva nyamuk selanjutnya akan mendapatkan makanan dari mikroorganisme yang hidup disekelilingnya. Selama saat ini, larva nyamuk akan melepas kulit perlindungan mereka dan berkembang biak sampai capai tahapan paling akhir. Saat larva nyamuk cukup kuat, seterusnya larva akan beralih menjadi pupa. Pada tahapan pupa, tidak diperlukan makanan. Pupa cuman akan alami peralihan wujud sampai pada akhirnya jadi nyamuk biasa yang siap terbang.

Keseluruhnya transisi ini berjalan 8 – 10 hari dalam temperatur ruangan. Bersihkan bak mandi Anda minimal 1 minggu sekali bisa memutuskan transisi hidup nyamuk Aedes aegypti.

2. Tutup perlengkapan rumah tangga anda yang tergenangi air
Baskom berisi air, vas bunga, ember, dan tempat yang lain bisa memuat air mempunyai potensi jadi tempat nyamuk bersarang. Rajin-rajinlah bersihkan beberapa tempat itu minimal 2x satu minggu untuk kurangi resiko timbulnya nyamuk pembawa demam berdarah.

3. Pakai kasa nyamuk
Kasa nyamuk bermanfaat untuk menahan masuknya nyamuk di luar rumah. Anda dapat memasangkan kasa nyamuk ini pada jendela dan pintu Anda.

4. Tidak boleh menimbun atau menggantung pakaian kelamaan
Kadang-kadang lihatlah gantungan pakaian Anda dibalik pintu. Pakaian kotor yang menimbun menjadi tempat favorite untuk dihinggapi nyamuk. Memang timbunan pakaian kotor bukan tempat nyamuk berkembang biak, tapi sebagai tempat favorite nyamuk hinggap. Ini karena nyamuk menyenangi wewangian badan manusia. Bila Anda memang seharusnya simpan kembali pakaian yang sudah digunakan, tempatkan pakaian pada lokasi yang bersih dan tertutup.

5. Pakai lotion anti nyamuk atau kelambu
Saat Anda akan melancong, janganlah lupa pakai lotion anti nyamuk khususnya di bagian badan yang belum tertutup oleh baju. Tetapi bukan hanya saat melancong, Anda harus tetap membuat perlindungan diri dari gigitan nyamuk saat sedang tidur karena nyamuk demam berdarah aktif saat malam hari sampai mendekati subuh.

Selainnya memakai lotion anti nyamuk, memakai kelambu saat tidur dapat menolong menghindar gigitan nyamuk dan menahan demam berdarah.